JAKARTA, Cobisnis.com – Tim arkeolog berhasil mengungkap identitas astronom sekaligus matematikawan pertama dari peradaban Maya yang namanya diketahui hingga kini. Penemuan tersebut berasal dari ruang kuno di situs Xultun, Guatemala, yang menyimpan tulisan dan perhitungan astronomi berusia lebih dari seribu tahun.
Nama yang berhasil dipecahkan adalah Sak Tahn Waax, yang dapat diterjemahkan sebagai “Rubah Berdada Putih”. Para peneliti menemukan namanya tertulis bersama sejumlah persamaan mengenai pergerakan planet Venus dan Mars.
Penemuan ini menjadi yang pertama karena belum pernah ada astronom atau matematikawan Maya yang diketahui identitasnya melalui catatan kuno. Temuan tersebut memberikan gambaran baru mengenai tradisi keilmuan masyarakat Maya pada masa lampau.
Para peneliti menjelaskan bahwa dua glif terakhir dalam rangkaian tulisan menjadi kunci pemecahan misteri tersebut. Salah satunya berbunyi “che-he-na” yang berarti “demikianlah katanya”, diikuti nama Sak Tahn Waax.
Meski demikian, para arkeolog belum dapat memastikan apakah Sak Tahn Waax merupakan penulis langsung seluruh perhitungan tersebut. Ada kemungkinan ia adalah ilmuwan yang karyanya dicatat orang lain atau tokoh yang memimpin penelitian astronomi pada zamannya.
Direktur San Bartolo-Xultun Project, Heather Hurst, menyebut penemuan ini menghidupkan kembali tradisi panjang ilmu pengetahuan Maya melalui sosok nyata. “Seluruh tradisi itu menjadi hidup melalui satu individu,” ujarnya.
Peradaban Maya dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang astronomi, matematika, dan sistem kalender. Pengetahuan tersebut digunakan untuk menentukan waktu bercocok tanam, upacara keagamaan, hingga mempelajari pergerakan benda langit.
Penemuan nama Sak Tahn Waax dinilai sebagai tonggak penting dalam kajian sejarah Mesoamerika. Selain memperkaya pemahaman tentang ilmu pengetahuan kuno, temuan ini juga menunjukkan bahwa para ilmuwan Maya telah mendapat pengakuan atas karya mereka lebih dari satu milenium lalu.