JAKARTA, Cobisnis.com - Ilham Nurrahman membuktikan bahwa membangun bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar. Berawal dari Rp70 ribu, pemuda asal Taraju, Tasikmalaya, ini merintis bisnis pakaian hingga meraih Rp100 juta pertamanya saat berusia 19 tahun.
Ilham merupakan pemilik Bridge, sebuah clothing brand yang menjual kaos, hoodie, dan polo shirt. Dalam perjalanannya, ia mengandalkan produksi satuan dan konten video untuk memperkenalkan produknya kepada calon pembeli.Kepada kanal YouTube Naik Kelas, Ilham menceritakan bahwa modal awalnya digunakan untuk membeli kaos polos seharga sekitar Rp40 ribu dan mencetak desain dengan biaya Rp30 ribu. Dengan modal terbatas itu, ia membuat satu produk sebagai sampel sebelum mengembangkan usahanya.
"Saya tuh nyerah buat istirahat bukan nyerah buat berhenti," ujar Ilham, dikutip dari kanal YouTube Naik Kelas, Jumat (16/10/2026).
Menurut Ilham, perjalanan bisnisnya tidak langsung berjalan mulus. Setelah produk pertamanya terjual, ia sempat mengalami masa sulit selama sekitar tiga bulan tanpa pesanan hingga muncul keinginan untuk menyerah.
Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat membuatnya kembali melanjutkan usaha. Ia kemudian konsisten membuat video promosi hingga salah satu kontennya menarik perhatian banyak orang dan menghasilkan pesanan dalam jumlah besar.
Lonjakan pesanan membuat Ilham menghadapi persoalan baru, yaitu keterbatasan modal produksi. Ia pun meminjam uang melalui ibunya untuk memenuhi kebutuhan usaha, kemudian menggunakan hasil penjualan untuk memutar kembali modal dan membayar pinjaman.
Dalam wawancara tersebut, Ilham menceritakan bahwa ia berhasil meraih Rp100 juta pertamanya ketika berusia 19 tahun. Pencapaian itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Bridge, yang sebelumnya dirintis dengan modal sangat terbatas.
Seiring perkembangan usaha, Ilham mulai merekrut teman untuk membantu proses produksi dan pengemasan. Ia juga membeli mesin press serta mengembangkan tim agar operasional bisnis tidak lagi bergantung pada dirinya seorang.
Kini, Bridge disebut mampu menjual sekitar 3.000 potong pakaian per bulan dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Ilham juga menekankan pentingnya memulai produksi dalam jumlah kecil, tekun, dan konsisten sebelum memperbesar skala bisnis.