Paris Haute Couture Week Tampilkan Perpaduan Mode, Seni, dan Kreativitas Avant-Garde

Oleh Zahra Zahwa pada 13 Jul 2026, 20:14 WIB

PARIS, FRANCE - SEPTEMBER 27: Models walk the runway during the Balmain Womenswear Spring/Summer 2020 show as part of Paris Fashion Week on September 27, 2019 in Paris, France. (Photo by Peter White/Getty Images)

JAKARTA, Cobisnis.com – Paris Haute Couture Week kembali menghadirkan koleksi busana yang memadukan mode dan seni dalam berbagai bentuk. Sejumlah rumah mode memanfaatkan pendekatan artistik untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para penikmat fesyen.

Selama gelaran berlangsung, nuansa seni terasa hampir di setiap sudut Paris. Kota tersebut memang dikenal sebagai pusat museum dan galeri, namun kali ini unsur seni juga hadir kuat dalam berbagai koleksi haute couture.

Hubungan antara dunia fesyen dan seni sebenarnya telah terjalin sejak lama. Terlebih lagi, haute couture sering dianggap sebagai bentuk ekspresi kreatif yang paling dekat dengan karya seni.

Namun, tren itu juga mencerminkan strategi baru industri fesyen mewah. Banyak merek berupaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan melalui pendekatan budaya dan seni.

Selain menampilkan koleksi eksperimental, sejumlah desainer menghadirkan tema yang unik. Beberapa di antaranya mengusung inspirasi taman bergaya avant-garde, karya debut yang berani, hingga gaun pengantin dengan sentuhan estetika gotik dan vampir.

Sementara itu, pelaku industri menilai pendekatan tersebut mampu menciptakan pengalaman yang lebih personal. Karena itu, seni dan budaya kembali menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi merek-merek mewah.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, rumah mode juga berusaha menawarkan lebih dari sekadar produk. Mereka menghadirkan cerita, inspirasi, dan pengalaman yang memperkuat nilai sebuah koleksi di mata konsumen.