PBB Desak Israel Buka Akses Alat Berat

Oleh Desti Dwi Natasya pada 19 Sep 2026, 12:11 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kondisi tempat tinggal mayoritas warga di Jalur Gaza dilaporkan berada pada tingkat kritis hingga bencana setelah musim hujan mulai berlangsung di wilayah tersebut. 

Peringatan itu disampaikan Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau OCHA pada Jumat (18/9/2026) di tengah kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. 

“Diperkirakan 1,2 juta orang, atau 58 persen dari populasi, menghadapi kondisi tempat tinggal yang berkisar dari kritis hingga bencana,” tulis OCHA dalam keterangan resminya. 

Saat hujan pertama mengguyur Gaza pada Jumat, lebih dari 65 persen keluarga yang terdata disebut terpaksa tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat. 

Lebih dari separuh fasilitas penampungan tersebut juga berada dalam kondisi buruk hingga sangat buruk, sehingga hujan meningkatkan risiko keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar bangunan yang rusak. 

Pada hari yang sama, sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat perang runtuh di Kota Gaza dan tim darurat menyelamatkan sejumlah anak dengan luka ringan. 

Peristiwa itu menjadi bangunan runtuh kedua sepanjang pekan tersebut setelah kejadian serupa pada Rabu menyebabkan sedikitnya 21 orang tewas, termasuk 11 anak-anak. 

OCHA bersama mitra kemanusiaannya terus menyalurkan bantuan, dengan bantuan cepat menjangkau 200 rumah tangga sepanjang pekan lalu dan dukungan tempat tinggal rutin diberikan kepada hampir 6.600 keluarga. 

Bantuan yang disalurkan meliputi tenda, terpal, peralatan dapur, lampu tenaga surya, tikar, dan selimut untuk membantu warga menghadapi kondisi tempat tinggal yang semakin sulit. 

Untuk mengurangi risiko korban akibat bangunan runtuh dan cuaca ekstrem, PBB mendesak otoritas Israel mengizinkan masuknya alat berat, bahan bangunan, serta perlengkapan perbaikan infrastruktur ke Gaza.