Pelayaran LGBTQ+ Hadapi Penolakan Di Mesir Dan Turki, Penumpang Kecewa

Oleh Zahra Zahwa pada 12 Jul 2026, 17:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kapal pesiar Scarlet Lady yang membawa peserta pelayaran LGBTQ+ kembali menghadapi penolakan saat berlayar di kawasan Mediterania. Setelah sebelumnya ditolak memasuki Turki, kapal tersebut juga gagal berlabuh di Mesir.

Pelayaran itu dikelola oleh perusahaan wisata LGBTQ+, Atlantis Events. Rute perjalanan menghubungkan Athena, Yunani, menuju Venesia, Italia, dengan sejumlah destinasi wisata di sepanjang perjalanan.

Greg Morley, penumpang asal Amerika Serikat yang kini tinggal di Paris, mengaku kecewa atas perubahan rencana tersebut. Ia telah mengikuti pelayaran LGBTQ+ selama bertahun-tahun dan berharap dapat mengunjungi berbagai destinasi bersejarah dengan aman.

Namun, otoritas Mesir menolak memberikan izin masuk kepada Scarlet Lady pada menit-menit terakhir. Keputusan itu muncul hanya beberapa hari setelah kapal yang sama juga ditolak memasuki perairan Turki.

Presiden sekaligus CEO Atlantis Events, Rich Campbell, mengatakan perusahaan sebelumnya telah memperoleh seluruh persetujuan yang diperlukan. Meski begitu, otoritas Mesir membatalkan izin tersebut menjelang kedatangan kapal.

Selain itu, Campbell menyampaikan bahwa perusahaan pernah menjalankan rute serupa pada tahun lalu tanpa kendala. Karena itu, pihaknya mengaku terkejut dengan keputusan terbaru tersebut.

Sejumlah penumpang menilai insiden ini mencerminkan meningkatnya tantangan bagi komunitas LGBTQ+ saat bepergian ke sejumlah negara. Di sisi lain, mereka berharap pemerintah terkait dapat memberikan kepastian bagi wisatawan internasional.

Atlantis Events hingga kini masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan rute perjalanan. Sementara itu, para penumpang tetap melanjutkan pelayaran menuju tujuan berikutnya.