JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Program tersebut diwujudkan melalui pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi 20 pelaku UMK binaan di lingkungan perusahaan.
Program sertifikasi halal UMK Jakarta Utara ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilaksanakan PT PSL pada 2022. Tahun ini, perusahaan kembali bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) DKI Jakarta untuk mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kualitas produk.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan dilakukan dengan memperkuat kapasitas dan kemandirian pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman, kualitas produk, dan daya saing UMK,” ujar Dewi.
Pelaksanaan program mencakup sejumlah tahapan pendampingan dan bimbingan teknis bagi peserta. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan halal dan Sistem Jaminan Produk Halal, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan akun SiHalal dan CEROL, verifikasi data pelaku usaha, hingga proses sertifikasi halal dan pemeriksaan kehalalan produk.
Melalui pendampingan tersebut, PT PSL berupaya memperluas akses pelaku UMK terhadap sertifikasi halal sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan usaha. Sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pengembangan pasar bagi produk yang dihasilkan para pelaku UMK.
Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Jakarta, Kiai Haji Abdul Muin, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi PT PSL dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sebagaimana hadis khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” kata Abdul Muin.
Salah satu peserta program, Rehan Mujahid, turut menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan fasilitasi yang diberikan PT PSL. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam mendukung pengembangan usaha.
“Terima kasih PT Pelindo Sinergi Lokaseva karena kami berkesempatan mengikuti program TJSL ini. Kami berharap program ini dapat membantu usaha kami menjadi lebih baik, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang untuk berkembang ke depannya,” ujar Rehan.
Dewi menambahkan, pemberdayaan UMK juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui penguatan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Melalui Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur, kami ingin menghadirkan sinergi dan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tutur Dewi.
PT PSL berharap program tersebut dapat memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku UMK, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.