Pencairan Es Kutub Perlahan Mengubah Bentuk Bumi

Oleh Desti Dwi Natasya pada 02 Nov 2026, 14:36 WIB

Pencairan es di Greenland dan Antartika mengubah distribusi massa Bumi, memengaruhi bentuk planet, medan gravitasi, hingga kecepatan rotasinya.

JAKARTA, Cobisnis.com - Bumi yang selama ini dikenal berbentuk bulat ternyata terus mengalami perubahan. Pencairan es dalam jumlah besar di Greenland dan Antartika akibat pemanasan global tidak hanya menaikkan permukaan air laut, tetapi juga mengubah distribusi massa planet.

Dampaknya, bentuk Bumi sedikit berubah, bagian khatulistiwa semakin menggelembung, dan kecepatan rotasinya ikut terpengaruh.

Perubahan ini bukan berarti Bumi mendadak berubah menjadi lonjong atau terlihat berbeda jika diamati dari luar angkasa. Perubahannya sangat kecil, tetapi dapat dideteksi melalui pengukuran geofisika yang presisi.

Penyebabnya adalah perpindahan massa air dalam skala besar. Ketika lapisan es di wilayah kutub mencair, air yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk es mengalir ke lautan.

Perubahan distribusi massa tersebut kemudian memengaruhi bentuk permukaan, medan gravitasi, hingga pergerakan rotasi Bumi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak pemanasan global tidak hanya terjadi pada atmosfer dan suhu permukaan. Perubahan iklim juga dapat memengaruhi dinamika fisik planet.

Mengapa Bentuk Bumi Bisa Berubah akibat Es Kutub Mencair?

Secara ilmiah, Bumi dikenal sebagai oblate spheroid, yakni benda yang sedikit pepat di bagian kutub dan lebih lebar di sekitar khatulistiwa.

Bentuk tersebut terbentuk karena rotasi Bumi. Ketika planet berputar, gaya sentrifugal membuat bagian khatulistiwa sedikit menggelembung.

Karena itu, diameter Bumi di sekitar ekuator lebih besar dibandingkan diameter yang diukur dari kutub ke kutub.

Kondisi tersebut kemudian dipengaruhi oleh perubahan distribusi massa di permukaan planet.

Lapisan es Greenland dan Antartika menyimpan air dalam jumlah sangat besar. Ketika suhu meningkat dan es mencair, massa air berpindah dari daratan kutub menuju lautan.

Perpindahan tersebut mengubah distribusi massa Bumi, termasuk posisi pusat massa dan bentuk permukaan laut.

Perubahan distribusi massa ini juga memengaruhi medan gravitasi. Dalam ilmu geofisika, bentuk permukaan yang mengikuti kondisi gravitasi dan rotasi Bumi dikenal sebagai geoid.

Dengan demikian, pencairan es tidak sekadar menambah volume air laut, tetapi juga mengubah cara massa tersebar di seluruh planet.

Pencairan Es Memengaruhi Rotasi Bumi

Dampak lain yang menarik adalah perubahan kecepatan rotasi Bumi.

Para ilmuwan menggunakan prinsip momen inersia untuk menjelaskan fenomena tersebut. Ketika massa berpindah menjauhi sumbu rotasi, momen inersia Bumi meningkat.

Jika tidak ada perubahan besar pada momentum sudutnya, rotasi planet akan sedikit melambat.

Fenomena ini mirip dengan seorang penari es yang merentangkan kedua tangannya ketika berputar. Saat posisi tangan semakin jauh dari tubuh, putarannya menjadi lebih lambat.

Prinsip serupa terjadi pada Bumi. Perpindahan massa air akibat pencairan es kutub dapat memperpanjang durasi satu hari, meskipun perubahannya hanya dalam skala milidetik atau bahkan lebih kecil.

Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi posisi sumbu rotasi dan pergerakan kutub geografis.

Namun, rotasi Bumi tidak hanya dipengaruhi pencairan es. Pergerakan atmosfer, arus laut, serta proses di dalam inti dan mantel Bumi turut berperan.

Dampaknya terhadap GPS dan Pengukuran Satelit

Perubahan bentuk dan distribusi massa Bumi menjadi perhatian penting dalam pengamatan geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk, ukuran, serta medan gravitasi planet.

Teknologi satelit digunakan untuk mengukur perubahan tersebut secara sangat presisi. Data dari sistem seperti GPS, bersama pengamatan satelit lainnya, membantu ilmuwan memantau pergeseran permukaan, perubahan permukaan laut, hingga pergerakan massa es.

Ketika distribusi massa Bumi berubah, pengukuran posisi dan pergerakan planet juga perlu memperhitungkan dinamika tersebut.

Hal ini penting untuk menjaga ketepatan sistem navigasi satelit, pemetaan, dan berbagai penelitian kebumian.

Meski demikian, bukan berarti GPS yang digunakan sehari-hari langsung mengalami gangguan akibat pencairan es. Sistem navigasi modern telah memperhitungkan berbagai faktor yang memengaruhi ketepatan posisi.

Pemanasan Global Mengubah Dinamika Fisik Planet

Pencairan es di kutub menjadi salah satu indikator penting perubahan iklim. Ketika suhu global meningkat, lapisan es kehilangan massa dan berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut.

Perubahan itu berlangsung bersamaan dengan berbagai proses lain, termasuk pemuaian air laut akibat peningkatan suhu.

Kombinasi faktor tersebut membuat permukaan laut terus berubah dan memengaruhi wilayah pesisir di berbagai belahan dunia.

Penelitian geofisika menunjukkan bahwa perubahan iklim memiliki dampak lebih luas daripada sekadar meningkatnya suhu udara. Perubahan distribusi massa air juga dapat memengaruhi gravitasi, bentuk Bumi, dan rotasinya.

Meski perubahan bentuk tersebut tidak akan terlihat secara kasatmata dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini menjadi pengingat bahwa Bumi merupakan sistem yang saling terhubung.