JAKARTA, Cobisnis.com – Perang antara Amerika Serikat dan Iran memberi pelajaran penting bagi China. Konflik yang memasuki bulan ketiga itu menunjukkan cara militer AS beroperasi di medan tempur.
Karena itu, para analis menilai Beijing sedang mencermati setiap perkembangan. Mantan kolonel Angkatan Udara China, Fu Qianshao, menyoroti pentingnya pertahanan.
Menurutnya, Iran mampu menemukan celah dalam sistem pertahanan AS. Sistem seperti Patriot missile system dan THAAD tetap bisa ditembus. Karena itu, China perlu memperkuat perlindungan untuk pangkalan, pelabuhan, dan bandara.
Militer China terus menambah rudal hipersonik dan jet tempur siluman. Chengdu J-20 diperkirakan akan berjumlah sekitar 1.000 unit. Pesawat ini sering dibandingkan dengan Lockheed Martin F-35 Lightning II.
China juga mengembangkan pembom siluman jarak jauh. Namun, para analis menilai kemampuan pertahanan China masih menjadi tantangan. Taiwan menjadi titik konflik yang paling sering dibahas.