Perjalanan Awal NasDem di Tengah Ramainya Isu Fusi dengan Gerindra

Oleh Hidayat Taufik pada 16 Apr 2026, 11:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Wacana terkait potensi penyatuan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra sedang ramai diperbincangkan. Menanggapi isu tersebut, Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menyampaikan bahwa gagasan itu masih berada pada tahap wacana yang lazim dalam dinamika politik.

Menurutnya, dalam konteks politik, istilah yang lebih tepat untuk penggabungan partai adalah “fusi”, bukan merger atau akuisisi. Namun demikian, ia menilai bahwa realisasi hal tersebut bukan perkara sederhana karena harus mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti ideologi, jati diri partai, hingga keberlangsungan masing-masing organisasi.

Saan juga memastikan bahwa hingga kini belum ada pembahasan resmi di internal partai mengenai rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa NasDem saat ini masih memprioritaskan konsolidasi internal serta penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat daerah.

Sebagai partai yang relatif baru di Indonesia, NasDem mulai berpartisipasi dalam pemilihan umum sejak 2014. Sebelumnya, NasDem merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengusung semangat perubahan melalui gerakan restorasi Indonesia.

Sejarah berdirinya NasDem berawal dari keputusan Surya Paloh untuk meninggalkan Partai Golkar. Setelah itu, ia mendirikan organisasi Nasional Demokrat pada 1 Februari 2011 di Jakarta, yang kemudian berkembang menjadi Partai NasDem.