JAKARTA, Cobisnis.com - Peter Surya Wijaya membagikan pandangannya mengenai proses produksi film dan upaya membangun kepercayaan penonton melalui keterlibatannya sebagai eksekutif produser film Ghosthing.
Dalam rangkaian gala premiere yang berlangsung di Senayan City XXI, Jakarta Selatan, pada 9 Oktober 2026, Peter menyoroti pentingnya memilih cerita yang menarik, mendukung kolaborasi tim, serta memahami pengalaman yang ingin dihadirkan kepada penonton.
Sebelum terlibat dalam Ghosthing, Peter juga berpartisipasi dalam produksi film Kromoleo dan Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia. Kali ini, ia kembali mengisi posisi eksekutif produser bersama Hartawan Triguna sebagai produser dan Arie Aziz sebagai sutradara.
“Daya tarik film bagi saya adalah kemampuannya membuat orang ikut merasakan sebuah cerita. Ada yang pulang sambil tertawa, ada yang masih memikirkan tokohnya setelah beberapa hari. Saya ingin ikut membantu cerita yang kami percaya bisa terwujud dan mendapat kesempatan untuk bertemu penontonnya,” ujar Peter, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
Menurut Peter, pemilihan proyek film perlu mempertimbangkan kekuatan cerita, target penonton, dan kesiapan tim produksi. Sebuah premis juga harus dikembangkan secara matang agar daya tariknya dapat dirasakan sepanjang film.
Pertimbangan tersebut turut mendasari keterlibatannya dalam Ghosthing, film horor komedi yang mempertemukan Alfian, seorang perias jenazah yang diperankan Baskara Mahendra, dengan Maya, arwah influencer yang diperankan Yasamin Jasem.
Pertemuan kedua karakter itu membawa Alfian dalam upaya mengungkap misteri kematian Maya, dengan berbagai kejadian yang memadukan ketegangan dan komedi.
“Yang menarik dari Ghosthing adalah pertemuan dua karakter dengan dunia dan kepribadian yang sangat berbeda. Ada ruang untuk membuat penonton penasaran, tegang, sekaligus tertawa. Tantangannya adalah menjaga agar penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka sampai akhir,” kata Peter.
Sebagai eksekutif produser, Peter juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan tim kreatif dan membangun komunikasi sejak awal produksi. Perencanaan yang jelas dinilai dapat membantu setiap pihak mengembangkan gagasan menjadi sebuah karya yang utuh.
“Bagi saya, mendukung sebuah film juga berarti memberi kepercayaan kepada orang-orang yang mengerjakannya. Produser, sutradara, pemain, dan kru membawa keahlian masing-masing. Perencanaan yang jelas membantu mereka bekerja dan mengembangkan cerita dengan baik,” jelasnya.
Menjelang penayangan Ghosthing, Peter berharap penonton dapat menikmati dinamika hubungan Alfian dan Maya serta pengalaman menonton bersama di bioskop. Ia juga melihat tanggapan penonton sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan karya selanjutnya bersama Imperial Pictures.
“Kepercayaan penonton dibangun dari film ke film. Setiap karya perlu dikerjakan dengan sungguhsungguh, lalu kami harus mau mendengar responsnya. Pengalaman itulah yang menjadi bekal untuk terus belajar dan menghasilkan karya berikutnya,” tutup Peter.
Film Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.