JAKARTA, Cobisnis.com - Dunia tinju berduka setelah petinju Puerto Rico, Prichard Colon, meninggal dunia pada usia 33 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir hampir 11 tahun setelah mengalami cedera otak parah dalam pertarungan.
Kabar tersebut disampaikan ayahnya, Richard Colon, melalui Facebook pada Kamis, 13 Agustus 2026. Penyebab spesifik kematian Colon belum diumumkan kepada publik.
"Selamat pagi, sahabat semua. Dengan berat hati saya memberitahukan kepergian putra saya, Prichard, dari dunia ini. Sekarang dia berada di dunia yang lebih baik," tulis Richard, Jumat, (14/08/2026)
Sebelum cedera, Colon dikenal sebagai petinju muda dengan masa depan cerah. Ia memasuki pertarungan terakhirnya dengan rekor 16 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 13 kemenangan melalui knockout.
Namun, pertarungannya melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia, pada Oktober 2015 mengubah kehidupannya. Dalam laga tersebut, Colon beberapa kali terkena pukulan di bagian belakang kepala.
Williams mendapat pengurangan satu poin pada ronde ketujuh karena melakukan rabbit punch. Colon kemudian terjatuh pada ronde kesembilan dan dinyatakan kalah melalui diskualifikasi setelah terjadi kesalahpahaman di sudutnya.
Kondisinya memburuk setelah meninggalkan ring. Colon muntah dan kemudian ambruk di ruang ganti sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Dokter menemukan hematoma subdural atau pendarahan di sekitar otak. Colon kemudian menjalani operasi darurat untuk mengurangi tekanan pada otaknya dan berada dalam kondisi koma selama 221 hari.
Setelah sadar dari koma, Colon mengalami kerusakan neurologis berat. Ia tidak dapat berjalan dan berbicara seperti sebelumnya serta membutuhkan perawatan selama 24 jam.
Keluarganya terus mendampingi Colon selama bertahun tahun. Pada 2023, hampir delapan tahun setelah cedera tersebut, Colon masih menjalani pemulihan dengan dukungan penuh keluarganya.
Kepergian Colon mendapat penghormatan dari sejumlah organisasi tinju dunia. Presiden WBO Gustavo Olivieri mengenang Colon sebagai sosok dengan keberanian dan semangat juang yang luar biasa.
"Kehidupan Prichard ditandai oleh keberanian, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa," kata Olivieri.
WBC juga memberikan penghormatan kepada Colon dan menyebutnya sebagai pejuang sejati. Sementara itu, WBA menyebut Colon sebagai "pejuang sejati dalam segala arti".