Polisi Sebut Tindakannya Heroik, Satpam Masjid San Diego Selamatkan Ratusan Nyawa Sebelum Tewas Ditembak

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 20 May 2026, 13:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Seorang satpam bernama Amin Abdullah tewas ditembak saat berusaha menghentikan penyerangan di Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat, pada Senin 18 Mei 2026. Abdullah dikenal sebagai ayah dari delapan anak yang telah menjaga keamanan masjid tersebut selama lebih dari 10 tahun.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, menyebut tindakan Abdullah sebagai aksi heroik. Menurutnya, keberanian Abdullah kemungkinan besar telah menyelamatkan banyak nyawa di dalam kompleks masjid.

Peristiwa bermula ketika dua remaja berusia 17 dan 18 tahun mencoba masuk ke area masjid. Abdullah langsung menghadang mereka, melepaskan tembakan, lalu mengunci pintu-pintu masjid agar pelaku tidak bisa masuk ke dalam.

Tindakan cepat itu disebut berhasil melindungi sekitar 140 anak yang sedang berada di sekolah dalam kompleks masjid. Polisi menyebut respons Abdullah menjadi alasan utama para pelaku akhirnya melarikan diri dari lokasi.

Abdullah tewas bersama dua jemaah lain, yakni Mansour Kaziha dan Nader Awad. Keduanya disebut sempat mengalihkan perhatian pelaku di area parkir sebelum ditembak hingga meninggal dunia.

Polisi kemudian menemukan kedua pelaku tewas akibat luka yang mereka timbulkan sendiri di dalam kendaraan beberapa blok dari lokasi kejadian. Dari penggeledahan yang dilakukan, aparat menyita lebih dari 30 senjata api yang terdaftar atas nama salah satu orang tua pelaku.

Penyelidik federal juga menemukan manifesto dan tulisan bernuansa kebencian rasial serta agama. Sementara itu, putri Abdullah, Hawa Abdullah, mengatakan sang ayah ingin komunitas tetap bersatu, nilai yang menurutnya menjadi warisan terbesar dari sosok Abdullah.