JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 yang digelar pada Minggu (19/7/2026). Duel yang kerap dijuluki Final Perunggu itu menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan sekaligus memperbaiki posisi akhir di klasemen.
Kedua negara gagal mengamankan tiket ke final setelah menelan kekalahan di babak semifinal. Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sementara Inggris takluk 1-2 dari juara bertahan Argentina.
Laga ini tidak hanya mempertaruhkan gengsi, tetapi juga berpengaruh pada persaingan perebutan penghargaan Sepatu Emas atau Golden Boot. Sesuai regulasi FIFA, seluruh gol yang tercipta pada pertandingan perebutan tempat ketiga tetap masuk dalam perhitungan pencetak gol terbanyak turnamen.
Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, masih menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih penghargaan tersebut. Ia telah mengoleksi delapan gol dan tiga assist, hanya kalah dari kapten Argentina, Lionel Messi, yang memiliki jumlah gol sama tetapi unggul dengan empat assist.
Di kubu Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham juga belum kehilangan peluang. Keduanya sejauh ini telah mencetak enam gol dan menyumbang satu assist, sehingga masih berpeluang memperbaiki catatan mereka jika tampil tajam pada laga nanti.
Pertandingan perebutan peringkat ketiga sudah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia sejak edisi 1934, meski sempat tidak digelar pada turnamen 1950. Sejumlah pemain legendaris pernah memanfaatkan laga ini untuk menambah pundi-pundi gol, termasuk Just Fontaine yang mencetak empat gol pada Piala Dunia 1958 hingga mengukir rekor 13 gol dalam satu edisi, rekor yang masih bertahan hingga sekarang.
Dengan motivasi mengakhiri turnamen secara positif dan peluang meraih penghargaan individu, duel Prancis kontra Inggris diperkirakan berlangsung terbuka dan menyajikan persaingan sengit sepanjang pertandingan.