JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan. Proses evaluasi tersebut difokuskan pada pembaruan data penerima manfaat serta penyusunan skema insentif yang lebih proporsional bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan, validasi data menjadi prioritas agar jumlah penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program MBG dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan secara tepat sasaran.
Di sisi lain, BGN juga mengkaji kembali mekanisme pemberian insentif kepada SPPG. Menurut Agustina, besaran insentif selama ini masih disamaratakan, padahal setiap SPPG memiliki jumlah penerima manfaat, cakupan wilayah, serta tingkat beban operasional yang berbeda.
Karena itu, BGN berupaya merancang sistem insentif yang lebih adil dengan mempertimbangkan kapasitas layanan dan tantangan yang dihadapi masing-masing SPPG dalam mendistribusikan makanan bergizi.
Selain pembenahan data dan skema insentif, BGN akan mempercepat penerapan sistem digital dalam pengelolaan program MBG. Digitalisasi diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memudahkan proses pengawasan, serta memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran di seluruh pelaksanaan program.