JAKARTA, Cobisnis.com – Puasa Ramadan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Praktik menahan makan dan minum dalam periode tertentu membantu memperbaiki metabolisme dan menjaga kesehatan jantung.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, Yislam Aljaidi, menjelaskan bahwa puasa dapat membantu menurunkan risiko sindrom metabolik. Kondisi ini biasanya dipicu oleh konsumsi makanan berlebih, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Menurutnya, saat tubuh berada dalam kondisi “kelaparan”, sistem metabolisme bekerja lebih efisien. Tubuh akan memanfaatkan cadangan energi dan membantu regenerasi sel yang rusak.
Selain itu, puasa juga berperan meningkatkan sensitivitas insulin. Kondisi ini membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dengan lebih stabil, sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes maupun mereka yang berisiko.
Meski memiliki banyak manfaat, kebiasaan makan berlebihan saat berbuka justru dapat menghilangkan efek positif puasa. Pola makan yang tidak terkontrol berpotensi memicu lonjakan gula darah dan penumpukan lemak.
Konsumsi gorengan, makanan tinggi lemak, serta minuman manis berlebihan menjadi kebiasaan yang sering terjadi saat berbuka. Kombinasi lemak dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik.
Ia menekankan bahwa pola makan berlapis seperti gorengan, minuman manis, camilan karbohidrat, lalu makan berat di malam hari dapat membebani tubuh. Kebiasaan ini membuat manfaat puasa menjadi tidak optimal.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan memilih karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat dan membantu menjaga kestabilan gula darah.
Contoh karbohidrat kompleks yang lebih sehat antara lain nasi merah atau beras basmati. Makanan dengan indeks glikemik rendah membantu menjaga energi tetap stabil dan aman bagi kesehatan jantung.
Pola makan seimbang saat berbuka, dimulai dengan air putih dan makanan ringan bergizi, dapat membantu tubuh beradaptasi setelah berpuasa seharian. Pendekatan ini juga mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Puasa dapat menjadi momentum memperbaiki gaya hidup sehat. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, manfaat kesehatan dapat dirasakan lebih optimal selama bulan Ramadan.
Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat saat berbuka menjadi kunci agar puasa tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesehatan jangka panjang.