JAKARTA, Cobisnis.com – Charles III dan Camilla meninggalkan pesan solidaritas di memorial 9/11 di New York City. Selain itu, mereka menulis pesan tangan untuk menghormati para korban serangan 11 September 2001.
Mereka menyatakan penghormatan kepada ribuan korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Sementara itu, mereka juga menegaskan solidaritas abadi dengan rakyat Amerika.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kenegaraan mereka di Amerika Serikat. Namun, mereka sempat melakukan perjalanan khusus dari Washington DC ke New York.
Di sisi lain, mantan wali kota Michael Bloomberg turut mendampingi kunjungan tersebut. Ia juga menjabat sebagai ketua National September 11 Memorial & Museum.
Kunjungan ini terjadi saat hubungan AS dan Eropa tengah mengalami tekanan politik. Selain itu, Donald Trump disebut kerap mengkritik pemerintah Inggris.
Dalam pidatonya sebelumnya, Charles menyinggung serangan 9/11 sebagai momen penting NATO. Saat itu, aliansi tersebut впервые mengaktifkan prinsip pertahanan bersama.
Serangan terhadap World Trade Center menewaskan hampir 2.800 orang. Di antaranya, 67 korban merupakan warga Inggris.