JAKARTA, Cobisnis.com - Raúl Fernández berhasil memenangkan MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keduanya di kelas MotoGP sekaligus yang pertama bagi pembalap Trackhouse Racing itu pada musim ini.
Fernández tampil dominan sejak lap pertama dan mampu mempertahankan posisi terdepan hingga balapan berakhir. Ia finis 2,54 detik di depan Jorge Martin yang berada di posisi kedua, sementara Marco Bezzecchi melengkapi podium dan membuat Aprilia menguasai tiga posisi teratas.
Kemenangan tersebut menjadi semakin istimewa karena Fernández berhasil memutus tradisi unik di Silverstone. Dalam 11 edisi MotoGP terakhir yang digelar di sirkuit tersebut, selalu muncul pemenang berbeda sehingga tidak ada pembalap yang mampu mengulang kemenangan dalam periode tersebut.
Fernández sekaligus menjadi pemenang baru setelah sejumlah nama besar sebelumnya bergantian menaklukkan Silverstone. Variasi pemenang tersebut mencerminkan karakter sirkuit yang teknis dan cepat serta kondisi cuaca Inggris yang kerap berubah.
Jorge Martin sebenarnya memulai balapan dengan status favorit setelah meraih posisi start terdepan. Namun, masalah pada perangkat ride-height di Tikungan 1 membuatnya kehilangan posisi dan harus bekerja keras untuk kembali ke barisan depan.
Martin kemudian berhasil bangkit dan finis kedua setelah menyalip Bezzecchi pada lap kesembilan. Hasil tersebut tetap menguntungkannya dalam persaingan gelar karena tambahan poin membuat keunggulannya di klasemen semakin melebar menjadi 31 poin.
Bagi Fernández, kemenangan di Silverstone menjadi momen kebangkitan setelah sebelumnya mengalami kecelakaan pada Sprint Race sehari sebelumnya. Ia juga semakin mempertegas performa positifnya setelah mengamankan masa depannya bersama Trackhouse Racing untuk dua musim berikutnya.
Hasil MotoGP Inggris 2026 juga memperlihatkan dominasi Aprilia dengan menempatkan Fernández, Martin, dan Bezzecchi secara berurutan di tiga besar. Dengan kemenangan tersebut, Fernández bukan hanya membawa pulang trofi dari Silverstone, tetapi juga mencatat namanya sebagai pembalap yang berhasil mengakhiri tradisi unik pemenang berbeda di sirkuit tersebut.