JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester United menelan kekalahan 0-3 dari Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford. Hasil tersebut menambah tekanan terhadap Michael Carrick setelah Setan Merah sebelumnya kalah 1-4 dari Como di Liga Champions.
Carrick membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan kapten Bruno Fernandes setelah gelandang tersebut melontarkan kritik pada pertengahan pekan. Namun, perubahan susunan pemain itu tidak membuahkan hasil dan Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.
Bournemouth membuka keunggulan melalui Rayan pada menit ke-38. Marcus Tavernier kemudian menggandakan skor menjelang turun minum, sebelum Evanilson memastikan kemenangan tim tamu pada babak kedua.
Rekor Buruk Carrick Lampaui Ruben Amorim
Kekalahan dari Bournemouth menambah catatan buruk Carrick selama menangani Manchester United. Untuk ketiga kalinya dalam masa kepelatihannya, MU memasuki jeda babak pertama dengan tertinggal dua gol dalam pertandingan Liga Inggris.Catatan tersebut lebih buruk dibandingkan era Ruben Amorim. Selama menangani MU, pelatih asal Portugal itu tercatat dua kali membawa tim memasuki jeda babak pertama dengan ketertinggalan dua gol dalam pertandingan liga.
Performa Manchester United juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setan Merah telah melewati delapan pertandingan di semua kompetisi tanpa kemenangan, dengan catatan lima kekalahan dan tiga hasil imbang sejak mengalahkan Sabah dengan skor 4-0 di Liga Champions pada 10 September.
Di Liga Inggris musim 2026/2027, MU baru meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan. Hasil tersebut membuat mereka tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara, hanya unggul satu poin dari zona degradasi.
Rentetan hasil negatif itu memperbesar sorotan terhadap kemampuan Carrick dalam mengangkat performa tim. Kekalahan dari Bournemouth juga menunjukkan bahwa pencadangan Bruno Fernandes belum mampu mengatasi persoalan permainan Manchester United.
Masa Depan Michael Carrick di MU Terancam
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah kekalahan di Old Trafford. Meski demikian, sebagian pendukung Manchester United masih menyuarakan dukungan kepada sang pelatih di tengah kekecewaan atas performa tim.Kritik suporter juga mengarah kepada jajaran petinggi klub, termasuk Jason Wilcox dan keluarga Glazer. Mereka menjadi sasaran kritik terkait keputusan klub, kebijakan transfer, serta persoalan manajemen yang terus menjadi perhatian pendukung.
Dalam situasi tersebut, Carrick berpotensi menjadi pihak pertama yang menanggung konsekuensi dari rentetan hasil buruk Manchester United. Namun, pergantian pelatih belum tentu menyelesaikan persoalan apabila masalah mendasar dalam pengelolaan klub tidak ikut dibenahi.
Manchester United kini menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki performa demi menjauh dari zona degradasi. Hasil pertandingan berikutnya akan menjadi perhatian, terutama terkait kemampuan Carrick mengakhiri tren tanpa kemenangan dan menjaga posisi tim di Liga Inggris.