Ritel Fashion Terguncang, H&M Tutup 160 Toko dan Percepat Transformasi Digital

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 08 Apr 2026, 09:31 WIB

JAKARTA, Cobisnis.comH&M dikabarkan akan menutup sekitar 160 toko secara permanen pada 2026 sebagai bagian dari strategi efisiensi dan penyesuaian terhadap perubahan perilaku konsumen global.

Langkah ini diambil seiring pergeseran tren belanja yang semakin mengarah ke platform digital. Konsumen kini lebih banyak memilih berbelanja online dibanding datang langsung ke toko fisik.

Keputusan tersebut juga mencerminkan tekanan yang sedang dihadapi industri ritel fashion global. Biaya operasional yang tinggi dan perubahan pola konsumsi membuat banyak brand harus beradaptasi cepat.

H&M menilai bahwa jumlah toko fisik yang terlalu banyak tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pasar saat ini. Fokus perusahaan kini beralih pada peningkatan pengalaman belanja digital dan efisiensi jaringan toko.

Meski melakukan penutupan, H&M tetap akan membuka toko baru di lokasi strategis. Artinya, strategi ini bukan sekadar pengurangan, tetapi juga penataan ulang ke arah yang lebih efektif.

Penutupan 160 toko ini diperkirakan akan berdampak pada tenaga kerja di berbagai negara. Namun, perusahaan disebut tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak sosial.

Dari sisi ekonomi, langkah ini menjadi sinyal bahwa industri fast fashion sedang mengalami tekanan serius. Persaingan ketat dan perubahan selera konsumen memaksa pemain besar untuk bertransformasi.

Selain itu, faktor keberlanjutan juga mulai memengaruhi strategi bisnis. Konsumen kini lebih sadar lingkungan, sehingga brand harus menyesuaikan model produksi dan distribusi.

H&M juga berupaya meningkatkan investasi di teknologi, termasuk pengembangan e-commerce dan integrasi sistem logistik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Ke depan, langkah ini bisa menjadi acuan bagi brand lain dalam menghadapi dinamika industri ritel. Transformasi digital dan efisiensi operasional tampaknya akan menjadi kunci utama bertahan di pasar global.