Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Gunakan Aplikasi Max Milik Negara

Oleh Zahra Zahwa pada 13 Feb 2026, 17:53 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Rusia mengonfirmasi telah memblokir aplikasi pesan instan WhatsApp di dalam negeri, sebagai bagian dari langkah pengetatan terhadap platform media sosial asing. Warga Rusia kini diarahkan untuk menggunakan aplikasi pesan buatan dalam negeri bernama Max yang didukung negara.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan keputusan pemblokiran dilakukan karena perusahaan induk WhatsApp dinilai melanggar hukum Rusia. Namun ia tidak merinci pelanggaran yang dimaksud.

“Max adalah alternatif terjangkau di pasar bagi warga, sebuah messenger nasional yang sedang berkembang. Mengenai pemblokiran WhatsApp, otoritas kami memang menyatakan keputusan itu diambil dan dilaksanakan karena perusahaan tersebut tidak bersedia mematuhi hukum,” ujar Peskov.

WhatsApp dimiliki oleh Meta, perusahaan yang juga menaungi Facebook dan Instagram dua platform yang sebelumnya telah diblokir di Rusia.

WhatsApp sebelumnya menyatakan pemerintah Rusia telah “mencoba sepenuhnya memblokir” layanan mereka dan menyebut langkah itu sebagai upaya mendorong warga menggunakan aplikasi milik negara yang berpotensi melakukan pengawasan.

“Mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi privat dan aman adalah langkah mundur yang hanya akan membuat masyarakat Rusia kurang aman,” tulis WhatsApp dalam pernyataannya.

Beberapa pengguna di Rusia dilaporkan masih dapat mengakses WhatsApp melalui layanan VPN. Namun, Kremlin juga telah memperketat pembatasan terhadap VPN, termasuk memblokir ratusan layanan untuk mencegah warga menghindari sensor negara. Sejak September, Rusia juga melarang iklan VPN dan sarana lain untuk melewati blokir media sosial.

Langkah ini bukan yang pertama. Pada Agustus 2025, regulator komunikasi Rusia Roskomnadzor membatasi panggilan suara dan video melalui WhatsApp serta Telegram dengan alasan memberantas aktivitas kriminal.

Telegram, yang didirikan oleh pengusaha kelahiran Rusia Pavel Durov, juga baru-baru ini dibatasi aksesnya dengan alasan perlindungan warga dan tuduhan menolak menghapus konten yang dianggap “kriminal dan teroris.” Durov menyatakan pembatasan tersebut tidak akan berhasil dan menegaskan Telegram menjunjung kebebasan berbicara dan privasi.

Aplikasi Max sendiri kini dipra-instal pada perangkat baru di Rusia sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menggantikan platform asing. Mirip dengan WeChat di China, Max dirancang sebagai super-app yang menggabungkan pesan instan, panggilan, pembayaran, serta akses layanan publik.

Namun, sejumlah pengamat mengkhawatirkan aspek keamanan dan privasi aplikasi tersebut, dengan dugaan kemampuan pelacakan berlebihan dan lemahnya enkripsi.

Kebijakan ini mencerminkan langkah lanjutan Rusia dalam mengendalikan ruang digital domestik, sekaligus memperluas pengaruh negara atas komunikasi daring warganya.