JAKARTA, Cobisnis.com – Rusia dilaporkan membantu upaya perang Iran dengan memberikan intelijen mengenai lokasi dan pergerakan pasukan serta aset militer Amerika Serikat. Informasi tersebut berasal dari sejumlah sumber yang mengetahui laporan intelijen AS, yang menyebut Moskow berbagi data penting terkait posisi tentara, kapal, dan pesawat militer Amerika di kawasan konflik.
Menurut laporan tersebut, sebagian besar intelijen yang dibagikan oleh Rusia kepada Iran berasal dari citra satelit militer canggih yang dimiliki Moskow. Hingga kini belum jelas apa yang diperoleh Rusia sebagai imbalan atas bantuan tersebut. Pemerintah Rusia sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang menyebut keterlibatan mereka dalam konflik tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan drone Iran dilaporkan menghantam beberapa lokasi yang terkait dengan keberadaan pasukan Amerika Serikat. Salah satu serangan terjadi di Kuwait ketika sebuah drone Iran menghantam fasilitas sementara yang menampung pasukan AS, menewaskan enam anggota militer Amerika. Meski begitu, belum ada bukti pasti yang mengaitkan langsung serangan tersebut dengan intelijen yang diberikan Rusia.
Di sisi lain, laporan intelijen juga menyebut China kemungkinan sedang mempertimbangkan memberikan dukungan kepada Iran dalam bentuk bantuan finansial, suku cadang, serta komponen rudal. Namun Beijing disebut masih berhati-hati karena konflik tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global yang sangat dibutuhkan oleh China, terutama minyak dari Iran.
Pemerintah AS menyatakan terus memantau perkembangan situasi. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintah mengetahui berbagai komunikasi yang terjadi di balik layar dan siap menanggapi setiap dukungan yang dianggap dapat memperburuk konflik. Saat ini operasi militer AS di kawasan melibatkan lebih dari 50.000 personel, ratusan pesawat tempur, serta dua kapal induk dengan tujuan utama melemahkan kemampuan rudal balistik Iran.