JAKARTA, Cobisnis.com – CEO OpenAI, Sam Altman, menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Tumbler Ridge di Kanada. Permintaan maaf ini terkait kasus penembakan massal yang terjadi pada Februari lalu.
Altman mengakui perusahaannya tidak melaporkan percakapan mencurigakan pelaku kepada pihak berwenang. Padahal, akun pelaku sempat ditandai secara internal oleh tim perusahaan.
Dalam suratnya, Altman menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan besar. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Surat tersebut ditujukan kepada warga Tumbler Ridge di British Columbia. Selain itu, surat itu dipublikasikan oleh David Eby melalui media sosial.
Eby menyebut permintaan maaf itu penting, namun belum cukup. Ia menilai dampak tragedi tersebut sangat besar bagi komunitas.
Menurut laporan kepolisian, pelaku berusia 18 tahun menewaskan delapan orang. Korban termasuk enam anak di sebuah sekolah lokal.
Kasus ini memicu sorotan terhadap tanggung jawab perusahaan teknologi. Terutama dalam menangani potensi ancaman kekerasan berbasis AI.
Altman menyatakan telah berkomunikasi dengan otoritas setempat. Ia juga menegaskan komitmen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.