Sejak Perang Gaza, 63 Persen Tentara Israel Mengalami Gangguan Psikolgis

Oleh Chodijah Febriani pada 10 Oct 2026, 11:43 WIB

Tentara Israel - IST

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pertahanan Israel mengungkapkan hampir 30 ribu tentara dan personel keamanan Israel yang terluka sejak perang Gaza pada Oktober 2023 menjalani rehabilitasi, dengan sekitar 63 persen di antaranya mengalami gangguan psikologis.

Dilansir dari Anadolu, Jumat (9/10/2026), Kementerian Pertahanan Israel mengatakan sekitar 30 ribu tentara dan personel keamanan Israel yang terluka sejak perang dimulai telah terdaftar di Departemen Rehabilitasi.

Menurut kementerian, sekitar 63 persen dari mereka mengalami dampak psikologis, termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), kecemasan, depresi serta kesulitan beradaptasi kembali dengan kehidupan sipil. Sementara itu, sekitar 37 persen lainnya mengalami cedera fisik.

Kementerian tersebut mencatat bahwa dari seluruh personel yang terluka sejak perang, sebanyak 63 orang diklasifikasikan memiliki tingkat disabilitas lebih dari 100 persen berdasarkan sistem penilaian yang digunakan, 249 personel mengalami cedera kepala berat, 29 personel kehilangan penglihatan dan 106 personel menjalani amputasi.

Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Israel saat ini menangani 91.200 orang yang terluka dalam berbagai perang dan operasi militer Israel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 42.500 orang mengalami gangguan kesehatan mental dan stres pascatrauma.

Kementerian mengatakan anggaran Departemen Rehabilitasi meningkat 88 persen dalam tiga tahun terakhir menjadi 10 miliar shekel, dengan lebih dari 60 persen dialokasikan untuk layanan dan perawatan gangguan kesehatan mental serta PTSD.

Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 yang telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina, melukai lebih dari 175.000 lainnya dan menyebabkan kehancuran luas di wilayah tersebut.

Israel juga terlibat dalam perang dengan Lebanon dan Iran, melancarkan serangan terhadap Yaman dan Qatar, serta melakukan serangan darat hampir setiap hari ke wilayah Suriah.