Serangan AS ke Iran Memicu Polemik, Kamala Harris Kritik Keras Kebijakan Trump

Oleh Hidayat Taufik pada 01 Mar 2026, 14:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, melontarkan kritik keras terhadap serangan militer Amerika Serikat ke Iran yang dinilainya sebagai upaya “perubahan rezim”. Ia menilai langkah tersebut membahayakan keselamatan pasukan AS dan membawa negara itu ke dalam konflik yang tidak dikehendaki rakyat.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun X resminya, Harris menegaskan penolakannya terhadap perang yang menurutnya hanya didorong oleh ambisi politik Presiden AS, Donald Trump. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai perang pilihan, bukan kebutuhan strategis, yang justru menempatkan tentara Amerika dalam risiko besar.

Pernyataan itu dikutip oleh media The Hill.Harris juga menyebut operasi militer terhadap Iran sebagai langkah yang berisiko tinggi dan tidak diperlukan. Ia menuding Trump telah mengingkari janji kampanyenya yang sebelumnya menyatakan ingin mengakhiri perang, bukan memulainya. Menurutnya, klaim Trump tentang keberhasilan menghancurkan program nuklir Iran juga tidak sesuai dengan fakta.

Lebih lanjut, Harris menyampaikan doa dan dukungannya bagi para prajurit Amerika Serikat bersama suaminya, Doug Emhoff. Ia menegaskan bahwa para tentara berhak dipimpin oleh pemimpin yang mengambil keputusan perang dan damai secara bijak, bertanggung jawab, dan penuh pertimbangan moral.

Dalam kritiknya, Harris menyebut serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak bijaksana, tidak memiliki legitimasi publik, serta tidak mendapatkan dukungan rakyat Amerika. Ia juga menyoroti absennya persetujuan Kongres dalam keputusan militer tersebut, yang menurutnya melanggar prinsip konstitusional.

Harris pun menyerukan agar Kongres menggunakan seluruh kewenangannya untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut, serta menghentikan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang yang dinilainya sebagai konflik pilihan, bukan kebutuhan nasional.