Sering Diabaikan, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Memicu Kanker Payudara

Oleh Desti Dwi Natasya pada 21 Jul 2026, 13:16 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan di dunia. Selain faktor usia dan genetik, dokter mengingatkan bahwa gaya hidup sehari-hari juga berperan besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko penyakit ini. 

Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah kurang melakukan aktivitas fisik. Menurut para ahli, minimnya olahraga dapat meningkatkan risiko obesitas yang berkaitan dengan naiknya peluang seseorang terkena kanker payudara. 

Kelebihan berat badan, terutama setelah menopause, diketahui dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker payudara pada sebagian perempuan. 

Selain aktif bergerak, menjaga pola makan seimbang juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko. Konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, serta membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan makanan ultra-proses dianjurkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. 

Dokter juga mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan merokok dan membatasi konsumsi alkohol. Kedua faktor tersebut telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. 

Tak kalah penting, perempuan dianjurkan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara secara mandiri maupun skrining sesuai usia dan faktor risiko. Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan bahwa sebagian besar faktor risiko kanker berkaitan dengan gaya hidup yang sebenarnya dapat dimodifikasi. Karena itu, perubahan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi langkah penting dalam pencegahan jangka panjang. 

Meski tidak semua kasus kanker payudara dapat dicegah, menerapkan pola hidup sehat tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk menurunkan risikonya. Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan skrining berkala merupakan kombinasi yang disarankan para ahli.