JAKARTA, Cobisnis.com – Persidangan Lindsay Clancy, ibu asal Massachusetts yang didakwa membunuh tiga anaknya, dijadwalkan dimulai pada Senin (27/7/2026). Sidang akan diawali dengan penyampaian pernyataan pembuka dari jaksa dan tim pembela.
Lindsay Clancy, 35 tahun, merupakan mantan perawat persalinan di sebuah rumah sakit di Boston. Ia mengaku tidak bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan terhadap ketiga anaknya.
Korban dalam kasus ini adalah Cora yang berusia lima tahun, Dawson berusia tiga tahun, dan Callan yang masih berusia delapan bulan.
Sementara itu, persidangan diperkirakan akan menyoroti penggunaan pembelaan gangguan jiwa atau insanity defense. Selain itu, pengadilan juga akan membahas dampak gangguan mental pascapersalinan yang menjadi bagian utama dari argumen tim pembela.
Fakta utama dalam kasus ini tidak diperdebatkan oleh kedua belah pihak. Pada 24 Januari 2023, Clancy diketahui menewaskan ketiga anaknya di ruang bawah tanah rumah keluarga mereka di Duxbury, Massachusetts.
Menurut penyelidikan, Clancy menggunakan tali karet olahraga untuk mencekik ketiga anaknya. Setelah itu, ia melukai pergelangan tangan dan lehernya sebelum melompat dari jendela lantai dua dalam upaya bunuh diri.
Namun, Clancy berhasil selamat dari insiden tersebut. Akibat luka yang dialaminya, ia kini mengalami kelumpuhan sebagian.
Karena itu, jalannya persidangan diperkirakan akan menjadi perhatian publik. Pengadilan akan menentukan apakah kondisi kesehatan mental Clancy saat kejadian membuatnya dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas kematian ketiga anaknya.