Struktur Kuno Dekat Stonehenge Tarik Perhatian Para Arkeolog

Oleh Zahra Zahwa pada 19 Jun 2026, 16:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Para arkeolog menemukan struktur berusia sekitar 5.000 tahun di barat daya Inggris yang diduga menjadi cikal bakal Stonehenge. Penemuan tersebut berada di Bulford, Wiltshire, sekitar lima kilometer dari Stonehenge.

Struktur itu terdiri dari dua tiang kayu yang ditempatkan dengan jarak sekitar 120 meter. Menariknya, posisi kedua tiang tersebut sejajar dengan matahari terbit saat titik balik matahari musim panas.

Tim yang dipimpin arkeolog Phil Harding menggunakan metode penanggalan radiokarbon untuk menentukan usia struktur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tiang-tiang itu dipasang sekitar 5.000 tahun lalu.

Sementara itu, pembangunan awal Stonehenge dimulai pada periode yang hampir sama. Namun, batu-batu ikonik Stonehenge baru ditempatkan sekitar 500 tahun kemudian. Menurut Harding, masyarakat prasejarah memiliki pemahaman yang sangat baik tentang pergerakan matahari.

Karena itu, mereka mampu mencatat posisi matahari saat pertengahan musim panas dengan tingkat akurasi tinggi. Ia juga menyebut temuan ini sebagai salah satu penemuan terpenting dalam kariernya.

Selain itu, penemuan tersebut menunjukkan bahwa tradisi astronomi kuno mungkin sudah berkembang jauh sebelum Stonehenge mencapai bentuk yang dikenal saat ini.

Peneliti lain, Fabio Silva, menggunakan rekonstruksi langit dan lanskap kuno untuk menguji posisi struktur tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua tiang memang sejajar dengan peristiwa titik balik matahari.

Di sisi lain, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak di lokasi tersebut. Artefak itu meliputi pecahan tembikar, tulang hewan, arang, dan batu api yang telah diolah.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat kuno kemungkinan berkumpul di area itu untuk merayakan peristiwa astronomi penting. Selain itu, tim menemukan pisau berbentuk cakram yang sangat langka. Para peneliti menduga benda tersebut sengaja ditempatkan sebagai simbol matahari.

Meski begitu, sejumlah ahli meminta kajian lebih lanjut sebelum menyimpulkan hubungan langsung antara situs Bulford dan Stonehenge. Namun, penemuan ini membuka peluang baru untuk memahami perkembangan budaya dan astronomi masyarakat Neolitik di Inggris.