Studi: Bicara Lebih 2 Bahasa Asing Dapat Perlambat Penuaan Otak

Oleh Chodijah Febriani pada 20 Jul 2026, 13:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Menurut penelitian terbaru, berbicara dua bahasa atau lebih dapat membantu memperlambat penuaan otak.

Studi yang dipresentasikan pada Forum Federasi Masyarakat Neurosains Eropa 2026 ini menemukan bahwa orang yang berbicara banyak bahasa tampaknya memiliki otak yang lebih muda daripada mereka yang hanya berbicara satu bahasa.

Para peneliti menganalisis aktivitas otak dari ratusan orang di wilayah Basque, Spanyol yang berbicara antara satu hingga empat bahasa, termasuk Spanyol, Basque, Prancis, dan Inggris. Mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan "usia otak" setiap peserta berdasarkan pola konektivitas otak.

Para peneliti menemukan bahwa peserta bilingual memiliki otak yang tampak sekitar enam tahun lebih muda daripada peserta monolingual. Orang yang berbicara tiga bahasa memiliki otak yang tampak sekitar tujuh tahun lebih muda, sedangkan mereka yang berbicara empat bahasa memiliki otak yang tampak sekitar 13 tahun lebih muda.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang mempelajari bahasa kedua sejak usia dini dan menjadi sangat fasih mengalami manfaat yang lebih besar.

Dr. Tommy Wood, seorang ahli saraf, konsultan kinerja mengatakan bahwa temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa berbicara dalam banyak bahasa dapat membantu melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

"Sebagian besar bukti tentang manfaat mempelajari banyak bahasa berasal dari individu yang tumbuh dwibahasa atau mempelajari banyak bahasa sejak kecil," kata Wood, melansir dari foxnews, Senin (20/07/2026).

Beberapa uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan orang dewasa lanjut usia telah menemukan peningkatan dalam perhatian, memori kerja, dan fungsi eksekutif hanya setelah beberapa bulan belajar bahasa.

Selain meningkatkan fungsi kognitif, Wood mengatakan bahwa mempelajari bahasa baru juga dapat membantu orang tetap terlibat secara sosial dan memperkuat kemampuan otak untuk menyerap informasi baru.

Dia mendorong orang dewasa untuk tidak berkecil hati karena membuat kesalahan saat belajar.

"Penting juga untuk menikmati proses menjadi seorang pemula. Jika kamu memilih untuk mempelajari bahasa baru, tekunlah, tantang diri, dan terimalah kegagalan sesekali. Kamu justru akan belajar lebih cepat sebagai hasilnya," bebernya.

Selain itu, menurut peneliti mereka juga memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan, mereka mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengesampingkan pengaruh faktor lain, termasuk gaya hidup dan keterlibatan sosial, yang mungkin memengaruhi temuan tersebut.