JAKARTA, Cobisnis.com - Sebuah studi di Brasil menemukan cacing parasit pada 96% tuna skipjack yang diperiksa. Peneliti menemukan lebih dari 1.600 cacing dari 53 sampel ikan yang diteliti.
Penelitian dilakukan oleh tim dari Federal University of Santa Catarina, Brasil. Hasilnya dipublikasikan sebagai brief communication di jurnal Ocean and Coastal Research pada 2026.
Peneliti memeriksa sejumlah organ tuna menggunakan mikroskop. Ginjal dan jantung menjadi satu satunya organ yang seluruh sampelnya ditemukan bebas dari parasit.
Tingkat infeksi tertinggi ditemukan pada bagian usus. Parasit juga ditemukan pada jaringan otot atau daging yang biasa dikonsumsi manusia, serta lambung.
Dua kelompok cacing yang dominan diidentifikasi dalam penelitian tersebut adalah Trypanorhyncha dan Anisakis. Temuan ini membuat peneliti menyoroti pentingnya pemeriksaan ikan sebelum dikonsumsi.
Peneliti menyebut inspeksi kesehatan dan eviserasi atau pengeluaran organ dalam perlu dilakukan segera. Langkah tersebut bertujuan mencegah larva berpindah dari organ dalam menuju jaringan daging.
Meski begitu, angka 96% tidak berarti seluruh tuna di Brasil atau dunia terinfeksi parasit. Angka tersebut hanya menggambarkan 53 sampel yang diperiksa dalam penelitian ini.
Skipjack merupakan salah satu komoditas perikanan penting yang banyak dikonsumsi. Ikan ini digunakan dalam berbagai produk, termasuk tuna kalengan dan hidangan berbahan ikan mentah.
Keberadaan parasit tidak otomatis membuat tuna berbahaya untuk dikonsumsi. Pengolahan dan pemasakan yang tepat dapat membunuh sebagian besar parasit, sementara risiko lebih perlu diperhatikan ketika ikan dimakan mentah atau tidak dimasak dengan benar.
Beberapa jenis Anisakis dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia. Gejalanya antara lain sakit perut, mual, muntah, dan diare.
Penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan 53 ikan dan dilakukan pada satu titik waktu. Karena itu, hasilnya belum dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat infeksi tuna secara global.
Di sisi lain, keberadaan parasit juga dapat menjadi bagian dari rantai makanan laut. Siklus hidup cacing anisakid melibatkan berbagai organisme, termasuk mamalia laut, sehingga keberadaannya tidak selalu menunjukkan kondisi ekosistem yang buruk.