JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih menjadi magnet utama masyarakat untuk berburu kebutuhan Ramadan dan Lebaran 2026, meski tren belanja online terus berkembang.
Sejumlah pengunjung memilih datang langsung ke pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini karena harga yang dinilai masih lebih terjangkau dibandingkan platform daring.
Sofiena Wahdah, 34, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk membeli perlengkapan Ramadan dan Lebaran. Menurutnya, selisih harga menjadi alasan utama memilih belanja langsung.
“Masih pilih Tanah Abang karena harganya relatif murah. Bisa langsung lihat barang dan coba,” ujar Sofiena saat ditemui di lokasi, Minggu, 8 Februari 2026.
Selain harga, proses tawar-menawar menjadi daya tarik tersendiri. Pembeli juga bisa memastikan kualitas bahan serta menyesuaikan ukuran pakaian secara langsung.
Tren busana Lebaran tahun ini didominasi gamis model rompi lepas dan gamis bergaya longgar yang dikenal dengan sebutan “bini orang”. Model ini dinilai nyaman dan cocok untuk aktivitas Lebaran.
Gamis rompi lepas diminati karena fleksibel dan bisa dipadupadankan. Sementara gamis loose fit dengan aksen lengan bertingkat memberi siluet santai namun tetap rapi.
Harga gamis dewasa di Pasar Tanah Abang saat ini berkisar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung bahan dan detail model. Tunik masih dibanderol di kisaran Rp120 ribu hingga Rp200 ribu.
Untuk pakaian anak, tren “skena” menjadi incaran. Salah satu pedagang, Dinda, 38, menyebut harga baju anak model ini berkisar Rp175 ribu, dengan selisih sekitar Rp10 ribu untuk ukuran besar.
Meski pengunjung mulai ramai, pedagang mengaku omzet belum sepenuhnya pulih. Aktivitas belanja masih didominasi akhir pekan dan diperkirakan meningkat mendekati awal Ramadan.
Di tengah keramaian pasar, pengunjung juga diimbau tetap waspada terhadap aksi copet. Kepadatan pengunjung kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan, terutama di lorong-lorong sempit.