Tarif Kapal di Jalur Minyak Dunia Disorot, Trump Tekan Iran Hentikan Praktik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 10 Apr 2026, 09:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Donald Trump mendesak Iran menghentikan dugaan pungutan biaya terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz di tengah konflik yang masih berlangsung.

Pernyataan ini muncul setelah laporan menyebut Iran mulai menarik biaya dari kapal yang melintas di jalur vital distribusi minyak dunia. Trump menegaskan praktik tersebut harus segera dihentikan.

Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan energi global. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada harga minyak dan stabilitas ekonomi internasional.

Ketegangan meningkat sejak konflik Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Dampaknya, lalu lintas kapal di selat tersebut turun hingga di bawah 10% dari kondisi normal.

Iran disebut mempertimbangkan penerapan biaya transit, termasuk menggunakan mata uang kripto, sebagai bagian dari kontrol wilayah selama masa gencatan senjata sementara.

Namun, rencana itu ditolak negara-negara Barat karena dinilai berpotensi memperparah krisis energi global dan mengganggu rantai pasok minyak.

Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan telah mengatur lalu lintas kapal dengan sistem verifikasi ketat dan rute khusus.

Beberapa kapal bahkan mematikan sistem pelacakan AIS, memicu kekhawatiran terkait keamanan dan transparansi pelayaran.

Biaya transit yang disebut mencapai US$ 2 juta per kapal dinilai sangat tinggi dan berisiko menaikkan biaya logistik global.

Trump menegaskan pasokan minyak dunia akan kembali normal, dengan atau tanpa peran Iran. Situasi di Selat Hormuz pun masih belum stabil hingga saat ini.