JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai pengerahan pasukan darat ke Iran belum diperlukan saat ini. Namun, ia tetap membuka kemungkinan opsi tersebut jika situasi memanas.
Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara pada Minggu (5/4/2026). Trump menilai strategi militer yang berjalan masih cukup untuk menekan Iran tanpa harus mengambil risiko invasi darat.
Gedung Putih juga menegaskan belum ada rencana resmi terkait pengiriman pasukan darat. Fokus operasi masih pada serangan udara dan tekanan militer terbatas.
Konflik memanas sejak 28 Februari 2026, saat AS dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran. Serangan itu memicu balasan berupa rudal dan drone dari Teheran.
Sedikitnya 1.340 orang dilaporkan tewas dalam serangan awal. Sementara itu, 13 tentara AS tewas dan lebih dari 300 lainnya luka akibat serangan balasan Iran.
Situasi ini meningkatkan tekanan terhadap pemerintah AS, baik dari sisi militer maupun politik. Keputusan menahan pasukan darat dinilai sebagai upaya menghindari eskalasi lebih luas.
Meski begitu, Trump tetap membuka semua opsi. Hal ini menunjukkan konflik masih jauh dari selesai dan berpotensi terus berkembang.
Ketegangan di Timur Tengah kini berada di titik rawan. Respons Iran ke depan akan sangat menentukan arah konflik ini.