JAKARTA, Cobisnis.com — Tingkat ancaman keamanan di Selat Hormuz resmi turun dari "kritis" menjadi "moderat". United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengumumkan perubahan status tersebut setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu.
Sebelumnya, UKMTO menetapkan status ancaman pada level kritis akibat operasi militer yang berlangsung di kawasan tersebut. Namun, perkembangan diplomatik terbaru mendorong penurunan tingkat risiko bagi aktivitas pelayaran internasional.
Meski begitu, UKMTO tetap mengingatkan para pelaut untuk meningkatkan kewaspadaan. Organisasi tersebut menyebut ranjau masih berpotensi ditemukan di sejumlah area selama operasi pembersihan berlangsung.
Selain itu, kapal-kapal militer masih akan beroperasi di wilayah tersebut untuk mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas laut. Sementara itu, UKMTO memperkirakan kepadatan lalu lintas kapal akan meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Karena itu, pengguna jalur pelayaran diminta mempersiapkan kemungkinan antrean dan perlambatan perjalanan. Perkembangan ini muncul setelah militer Amerika Serikat mengumumkan pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Blokade tersebut sebelumnya diberlakukan sejak April di tengah meningkatnya ketegangan regional. Setelah pembatasan dicabut, aktivitas perdagangan dan pengiriman internasional diharapkan dapat kembali berjalan lebih lancar. Meski demikian, otoritas maritim menegaskan bahwa situasi keamanan masih memerlukan pemantauan ketat selama masa transisi.