JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Presiden akan hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut.
Prasetyo menjelaskan bahwa pihak Istana masih menunggu konfirmasi resmi terkait kehadiran Presiden. Jika Prabowo benar-benar menghadiri forum tersebut, pemerintah berharap pertemuan itu dapat memberikan manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya dalam bentuk kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Saat ini, kedua negara masih melakukan proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia berharap agenda diplomatik tersebut dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan ekonomi bilateral.Sebelumnya, Indonesia telah resmi bergabung dengan Board of Peace melalui penandatanganan piagam Dewan Perdamaian dalam kunjungan ke Swiss.
Dewan ini dibentuk untuk mengawasi proses administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza dalam masa transisi pascakonflik.
Pembentukan Board of Peace merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah mendapat dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 Tahun 2025, yang juga mengatur pembentukan pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis.