JAKARTA, Cobisnis.com - Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan sidak ke pool taksi Green SM di Bekasi, Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil sehari setelah insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
Aan memeriksa kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, hingga aspek keselamatan operasional. Kemenhub ingin pastikan SMK PAU sudah dijalankan sesuai ketentuan.
Dari pemeriksaan awal, ditemukan beberapa temuan yang akan didalami lebih lanjut. Kesehatan pengemudi juga ikut diperiksa dalam sidak ini.
Korlantas Polri menduga taksi Green SM mengalami korsleting listrik di perlintasan JPL 85 sebelum masuk Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, taksi tertemper KRL relasi Bekasi-Cikarang dan memicu rangkaian kejadian berikutnya.
Gangguan itu disinyalir jadi pemicu tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL PLB 5568. Insiden susulan ini menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
Kurangnya koordinasi dan informasi ke masinis Argo Bromo Anggrek diduga kuat jadi faktor penyebab tabrakan. Soal apakah taksi menerobos perlintasan, polisi belum bisa memastikan karena di JPL 85 tidak ada palang pintu.
Kasus ini jadi sorotan serius soal standar keselamatan kendaraan listrik di sekitar perlintasan kereta api. Kemenhub akan umumkan hasil lengkap pemeriksaan setelah verifikasi selesai.