WFH Tiap Jumat Dinilai Bisa Hemat BBM, Kuncinya Ada di Disiplin ASN

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 06 Apr 2026, 11:32 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai berpotensi menghemat bahan bakar minyak (BBM). Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kedisiplinan dalam pelaksanaan di lapangan.

Ahli kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyebut pengurangan mobilitas menjadi kunci utama penghematan energi. Dengan bekerja dari rumah, ASN tidak perlu melakukan perjalanan harian yang biasanya mengonsumsi BBM.

Kebijakan ini juga dinilai membantu secara ekonomi, terutama bagi ASN golongan bawah. Pengeluaran transportasi dapat ditekan, sehingga memberi ruang lebih bagi kebutuhan lainnya.

Pemerintah sendiri menargetkan penghematan hingga Rp 6,2 triliun dari kebijakan ini. Target tersebut dinilai realistis jika pelaksanaan WFH berjalan disiplin dan konsisten di seluruh instansi.

Meski demikian, ada kekhawatiran terkait implementasi di daerah. Hingga kini, belum ada sistem terbuka yang memungkinkan publik ikut mengawasi aktivitas ASN saat WFH.

Ketiadaan sistem pengawasan ini dinilai berpotensi menimbulkan penyalahgunaan. ASN dikhawatirkan memanfaatkan WFH sebagai waktu luang, bukan untuk bekerja secara produktif dari rumah.

Risiko ini dinilai lebih besar terjadi di daerah, terutama yang memiliki keterbatasan infrastruktur digital. Wilayah 3T menjadi salah satu yang paling rentan dalam penerapan sistem kerja jarak jauh.

Selain itu, penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan kerja juga menjadi perhatian. Tanpa kontrol yang jelas, kebijakan ini justru berpotensi tidak mencapai tujuan penghematan.

Trubus menekankan pentingnya pengawasan dan penegakan aturan. Pemerintah perlu menyiapkan mekanisme kontrol yang jelas serta sanksi bagi ASN yang melanggar ketentuan WFH.

Ia menilai kebijakan ini tetap bisa efektif jika dijalankan dengan serius. Kombinasi disiplin, pengawasan, dan sistem yang transparan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan WFH setiap Jumat sebagai respons terhadap tekanan global, termasuk dampak konflik Timur Tengah terhadap energi.

Langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM nasional sekaligus menjaga efisiensi anggaran negara di tengah ketidakpastian global.