2-3 Cangkir Kopi Sehari, Benarkah Bisa Bantu Redakan Stres?

Oleh Hidayat Taufik pada 13 Sep 2026, 10:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Konsumsi dalam jumlah tertentu juga dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan penurunan risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi dan kecemasan.

Dalam penelitian tersebut, konsumsi sekitar 2-3 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko gangguan mood dan stres yang lebih rendah.

Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah kurang dari takaran tersebut belum menunjukkan manfaat yang sama terhadap kesehatan mental. Sementara itu, kebiasaan mengonsumsi lebih dari tiga cangkir sehari justru dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan serta memburuknya kualitas tidur.

"Studi ini mendukung gagasan bahwa asupan moderat adalah takaran yang paling ideal, yang sejalan dengan rekomendasi umum saat ini mengenai asupan kafein," kata ahli gizi Morgan L. Walker, dikutip dari berbagai sumber,  Minggu (13/9/26).

Menariknya, hasil serupa juga ditemukan pada konsumsi kopi tanpa kafein atau decaf. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat kopi terhadap kondisi mental kemungkinan tidak hanya berasal dari kandungan kafein.

Senyawa lain yang terdapat dalam kopi, seperti antioksidan dan berbagai senyawa bioaktif, diduga turut berperan terhadap efek tersebut.

Namun, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Jumlah kopi yang dikonsumsi peserta berdasarkan laporan pribadi sehingga terdapat kemungkinan takaran yang dilaporkan tidak sepenuhnya sesuai dengan konsumsi sebenarnya.

Penelitian tersebut juga belum menjelaskan secara rinci jenis penyajian kopi yang dikonsumsi. Misalnya, apakah kopi diminum dengan tambahan susu, krim, gula, maupun bahan perasa lainnya.

Selain itu, waktu seseorang mengonsumsi kopi juga tidak dijelaskan secara khusus. Faktor tersebut penting karena kandungan kafein dapat memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Walker menegaskan bahwa respons terhadap kopi dapat berbeda pada setiap orang. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat toleransi seseorang terhadap kafein.

"Ada orang yang merasa sangat bugar setelah minum dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih sedikit," ujarnya.