Nasi untuk Anjing, Boleh atau Tidak? Ini Jawabannya

Oleh Hidayat Taufik pada 13 Sep 2026, 09:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pemilik anjing perlu memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada hewan peliharaannya. Salah satu makanan yang kerap menjadi pertanyaan adalah nasi karena hampir selalu tersedia sebagai makanan sehari-hari manusia.

Keraguan biasanya muncul karena pemilik takut nasi menyebabkan masalah kesehatan, memicu alergi, atau membuat berat badan anjing meningkat.

Lantas, apakah nasi aman untuk anjing? Selain itu, berapa jumlah yang tepat dan jenis nasi apa yang dapat diberikan?

Anjing Boleh Mengonsumsi Nasi

Nasi dapat diberikan kepada anjing asalkan sudah dimasak hingga matang. Makanan tersebut juga sebaiknya disajikan tanpa campuran bahan yang dapat membahayakan hewan.

Nasi putih termasuk makanan yang relatif mudah dicerna. Karena itu, makanan ini terkadang digunakan sebagai bagian dari menu sederhana bagi anjing yang mengalami gangguan pencernaan ringan.

Kandungan karbohidrat pada nasi juga dapat menjadi sumber energi. Meski begitu, nasi tidak dapat menggantikan makanan utama anjing karena kandungan protein dan lemaknya tidak mencukupi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan.

Anjing tetap membutuhkan makanan dengan komposisi gizi lengkap dan seimbang. Nasi sebaiknya hanya menjadi makanan tambahan dengan porsi yang disesuaikan.

Berapa Banyak Nasi yang Bisa Diberikan?

Pemberian nasi kepada anjing sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Porsi kecil dapat menjadi pilihan agar nasi tidak mendominasi asupan makanan hariannya.

Makanan tambahan atau camilan secara umum disarankan hanya menyumbang sekitar 10 persen dari kebutuhan kalori harian anjing. Sementara itu, sebagian besar kebutuhan nutrisi harus diperoleh dari makanan utama yang lengkap.

Jadi, nasi boleh diberikan, tetapi jumlahnya tetap perlu dikontrol. Pemilik juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi masing-masing anjing.

Nasi Putih atau Nasi Merah?

Baik nasi putih maupun nasi merah dapat dikonsumsi anjing. Syaratnya, nasi harus matang dan tidak diberikan bersama garam, bumbu, mentega, atau bahan tambahan lain yang berisiko bagi kesehatan anjing.

Nasi putih umumnya lebih mudah dicerna dibandingkan nasi merah. Karena itu, nasi putih kerap dipilih sebagai bagian dari makanan hambar untuk anjing yang mengalami gangguan pencernaan ringan, termasuk diare.

Di sisi lain, nasi merah mengandung lebih banyak serat. Kandungan tersebut dapat membantu membuat anjing merasa kenyang dalam waktu lebih lama.

Namun, serat yang lebih tinggi membuat nasi merah cenderung lebih sulit dicerna. Oleh karena itu, jenis nasi ini sebaiknya dihindari sementara ketika anjing sedang mengalami diare atau masalah pencernaan lainnya.

Pada anjing yang sehat, nasi merah masih dapat diberikan sesekali dengan jumlah yang sesuai.

Kesimpulannya, nasi bukan makanan yang berbahaya bagi anjing selama disiapkan dengan benar. Meski demikian, nasi tetap tidak boleh menggantikan makanan utama yang menyediakan kebutuhan gizi lengkap dan seimbang.