Al Azhar Desak Komite Mediasi Konflik Saudi-Houthi

Oleh Desti Dwi Natasya pada 19 Oct 2026, 17:50 WIB

Al Azhar Mesir mendesak pembentukan komite mediasi untuk meredakan konflik Saudi-Houthi dan mendorong dialog demi perdamaian kawasan Arab.

JAKARTA, Cobisnis.com - Lembaga keagamaan Al Azhar di Mesir mendesak pembentukan komite mediasi untuk membantu mengakhiri konflik di kawasan Arab, di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran.

Seruan tersebut disampaikan Imam Besar Al Azhar, Ahmed Al Tayeb, melalui pernyataan pada Minggu (18/10/2026), yang mengajak para pemimpin Arab dan negara-negara Muslim mengutamakan dialog serta menghentikan pertempuran.

“Menjunjung tinggi semangat persaudaraan serta ikatan agama, darah, dan bahasa; mengedepankan kebijaksanaan; serta mengutamakan akal sehat dan dialog. Hal ini dibarengi dengan upaya untuk segera menghentikan segala bentuk perang, pertempuran, kehancuran, dan sabotase yang menguras sumber daya masyarakat serta merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” tulis Ahmed Al Tayeb, dikutip dari berbagai sumber, Senin (19/10/2026).

Ia memperingatkan bahwa perpecahan dan konflik internal dapat melemahkan negara-negara Arab dan Islam, sekaligus mengancam keamanan serta kedaulatan kawasan.

Menurut Al Azhar, konflik berkepanjangan juga menguras sumber daya dan kekayaan masyarakat ketika kerja sama dan persatuan justru dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan.

Komite mediasi yang diusulkan diharapkan melibatkan tokoh-tokoh yang dinilai bijaksana dan memiliki niat baik dari berbagai negara Arab dan Islam.

Komite tersebut diharapkan dapat meredakan krisis, menjembatani perbedaan antarpihak, serta membantu menyelesaikan perselisihan melalui jalur dialog.

Al Azhar juga menegaskan kesiapannya memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan komite tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat, menjaga sumber daya, dan mempertahankan kedaulatan negara-negara Arab.

Lembaga itu berharap pihak-pihak yang terlibat dapat mengatasi perbedaan dan membuka jalan bagi terciptanya perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan dan keagamaan Islam Sunni tertua dan paling berpengaruh, Al Azhar memiliki jangkauan pengaruh luas di dunia Islam. Meski demikian, seruan pembentukan komite mediasi tersebut masih merupakan sebuah inisiatif dan belum menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian konflik telah disepakati oleh seluruh pihak yang terlibat.