JAKARTA, Cobisnis.com – Mantan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dipindahkan ke tahanan rumah setelah bertahun-tahun ditahan oleh militer. Namun, pemerintah militer Myanmar mengumumkan keputusan ini melalui media resmi pada Kamis.
Langkah ini diambil setelah sebagian hukuman Suu Kyi diubah menjadi tahanan di lokasi yang ditentukan. Sementara itu, Suu Kyi telah ditahan sejak kudeta militer pada 2021 yang memicu konflik berkepanjangan.
Kudeta tersebut dipimpin oleh Min Aung Hlaing yang menggulingkan pemerintahan sipil. Selain itu, kondisi dan lokasi Suu Kyi selama ini jarang diketahui publik.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui juru bicara Stephane Dujarric menyambut keputusan tersebut. Ia menilai langkah ini dapat membuka peluang menuju proses politik yang lebih kredibel.
Namun, pihak keluarga masih meragukan kondisi Suu Kyi saat ini. Putranya, Kim Aris, mengaku belum menerima bukti bahwa ibunya masih hidup. Karena itu, ia meminta konfirmasi langsung dari otoritas Myanmar.