JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatihan vokasi difabel di Brebes menjadi salah satu upaya untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Program ini digelar melalui kolaborasi Bank Mandiri Taspen dan PNM sebagai bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan.
Masih rendahnya tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Keterbatasan akses pelatihan dan kesempatan kerja sering kali menghambat kemandirian ekonomi mereka.
Untuk menjawab persoalan tersebut, kedua perusahaan BUMN menghadirkan Program Vokasi Disabilitas di Gedung Islamic Center Brebes. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan dengan fokus pada pengembangan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan menjahit sepatu. Materi yang diberikan dirancang agar peserta memiliki kompetensi yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Bank Mandiri Taspen menjelaskan bahwa keterampilan menjahit sepatu memiliki peluang besar di sektor industri alas kaki. Bidang tersebut juga dinilai cocok bagi penyandang disabilitas karena dapat dipelajari secara efektif melalui pelatihan intensif.
Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga bertujuan menjembatani kebutuhan tenaga kerja industri dengan calon pekerja difabel. Peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan sepatu di wilayah Brebes.
PNM menilai pemberdayaan yang inklusif perlu menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.
Kolaborasi antara Bank Mandiri Taspen dan PNM diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas. Program ini sekaligus memperkuat semangat no one left behind agar setiap individu memiliki peluang untuk berkembang dan berkarya.