Bantuan 50 Ribu Paket Sembako Dikirim ke Korban Gempa M 7,7 NTT

Oleh Hidayat Taufik pada 16 Aug 2026, 10:05 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan berupa 50 ribu paket sembako kepada warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan presiden (Banpres) tersebut telah dikirim menuju Maumere.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberangkatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di daerah yang terdampak bencana.

"Selain itu telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50 ribu paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh unsur pemerintah segera mengambil langkah penanganan terhadap dampak gempa di wilayah NTT. Pemerintah juga memastikan warga yang terdampak memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

"Sejak pagi tadi, pemerintah terus bergerak cepat menangani saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata dia.

Untuk mempercepat penanganan, Prabowo mengutus sejumlah pejabat pemerintah pusat menuju Labuan Bajo dan Maumere pada Sabtu. Pejabat yang ditugaskan meliputi Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial.

Penanganan bencana juga melibatkan sejumlah instansi dan badan usaha, termasuk PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog.

"Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ujarnya.

Di sisi lain, BNPB melaporkan jumlah warga yang meninggal dunia akibat gempa telah mencapai 47 orang. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

Petugas gabungan masih melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap warga terdampak. Selain itu, korban yang mengalami luka-luka mendapatkan penanganan medis, sementara bantuan logistik terus dikirim ke wilayah bencana.

Data sementara yang dihimpun hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan terdapat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah mengalami kerusakan ringan.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Manggarai Timur, tercatat 11 warga meninggal dunia dan 24 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, Sikka mencatat 3 korban meninggal dan 2 korban luka.

Di Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya terluka. Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban meninggal serta 22 korban luka. Adapun di Nagekeo terdapat satu warga yang meninggal dunia.