Begini Cara Mengajarkan Anak Mengatur Uang agar Bijak Saat Dewasa

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Aug 2026, 09:10 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Mengajarkan anak mengelola uang sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat hingga dewasa. Orang tua dapat menyesuaikan cara mengenalkan konsep keuangan sesuai dengan tahapan usia anak agar lebih mudah dipahami.

Pada usia 3 hingga 7 tahun, anak mulai dikenalkan bahwa uang memiliki nilai dan jumlahnya terbatas. Orang tua dapat mengajarkan konsep tersebut melalui aktivitas sederhana, seperti mengajak anak memilih salah satu barang saat berbelanja atau membagi uang hadiah menjadi sebagian untuk dibelanjakan dan sebagian lagi untuk ditabung.

Memasuki usia 8 hingga 12 tahun, anak sudah mampu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pada tahap ini, orang tua dapat mengajarkan cara menyusun prioritas pengeluaran serta mengenalkan kebiasaan menabung, membelanjakan, dan berbagi melalui metode sederhana, seperti menggunakan wadah atau toples dengan fungsi yang berbeda.

Sementara itu, pada usia 13 hingga 18 tahun, remaja dapat mulai dilibatkan dalam menyusun anggaran pribadi dari uang saku maupun hadiah yang diterima. Langkah ini membantu mereka belajar mengatur pengeluaran, menabung untuk tujuan tertentu, serta memahami pentingnya membuat keputusan keuangan yang bijak.

Selain itu, orang tua juga dianjurkan membangun komunikasi yang positif saat membahas kondisi keuangan keluarga. Daripada mengatakan "tidak punya uang", orang tua bisa menjelaskan bahwa suatu barang belum menjadi prioritas atau belum masuk dalam anggaran saat ini. Cara tersebut dinilai dapat membantu anak memahami konsep perencanaan keuangan tanpa menimbulkan rasa cemas.

Para ahli juga mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu merasa bersalah jika belum mampu memenuhi seluruh keinginan anak. Yang terpenting adalah membiasakan anak memahami nilai uang, menentukan prioritas, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak usia dini.