JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumen Amerika Serikat mulai mengurangi belanja ritel pada Juli 2026. Pada saat yang sama, kepercayaan terhadap ekonomi juga melemah.
Departemen Perdagangan AS mencatat penjualan ritel turun 0,6% pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan kontraksi 0,2% pada Juni.
Selain itu, penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak Mei 2025. Data penjualan sudah menyesuaikan faktor musiman, tetapi belum memperhitungkan inflasi.
Sementara itu, survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen ikut merosot. Indeks sentimen turun sekitar 8% pada awal Agustus menjadi 51 secara sementara.
Penurunan tersebut mengakhiri tren kenaikan sentimen selama dua bulan berturut-turut. Karena itu, kondisi konsumen AS mulai menjadi perhatian bagi perekonomian.
Kedua laporan tersebut juga mencatat hasil yang lebih buruk dari perkiraan ekonom. Sebelumnya, ekonom dalam jajak pendapat FactSet memperkirakan kondisi konsumen akan lebih kuat.
Belanja konsumen memiliki peran besar dalam menopang ekonomi AS. Pengeluaran rumah tangga menyumbang sekitar dua pertiga pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Namun, konsumen kini menunjukkan tanda-tanda mulai mengurangi pengeluaran. Kondisi itu dapat menjadi tekanan baru bagi ekonomi yang sangat bergantung pada konsumsi.
Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union, menilai konsumen Amerika mulai mengalami kelelahan ekonomi. “American consumers are showing signs of fatigue,” kata Long dalam komentarnya pada Jumat.