JAKARTA, Cobisnis.com - Tren membungkus paspor elektronik atau e paspor menggunakan aluminium foil tengah ramai diperbincangkan wisatawan. Cara ini dipercaya dapat mencegah pencurian data pribadi dari chip yang terdapat di dalam paspor.
Paspor elektronik memang dilengkapi chip nirkabel yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification atau RFID. Teknologi tersebut memungkinkan data pada chip dibaca tanpa kontak fisik dalam kondisi tertentu.
Aluminium foil kemudian dipercaya dapat menjadi penghalang gelombang radio yang digunakan untuk membaca chip. Karena itu, sebagian wisatawan membungkus paspornya sebagai langkah perlindungan tambahan saat bepergian.
Namun, lembaga Keamanan Informasi Jerman atau Federal Office for Information Security menyebut perlindungan fisik tambahan seperti aluminium foil sebenarnya tidak diperlukan.
Salah satu alasannya adalah sistem RFID pada paspor memiliki jarak pemindaian yang sangat pendek. Perangkat pembaca harus berada dalam jarak sangat dekat dengan dokumen untuk dapat mengakses sinyal dari chip.
Chip pada e paspor memang menyimpan sejumlah data pemilik dokumen. Data tersebut mencakup foto digital, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, ciri fisik, serta rekaman biometrik dua sidik jari.
Meski menyimpan informasi sensitif, data dalam chip paspor dilindungi dengan enkripsi. Akses terhadap data tersebut juga tidak dapat dilakukan sembarangan dari jarak jauh tanpa perangkat khusus yang digunakan otoritas perbatasan.
Keamanan paspor elektronik juga didukung prosedur berlapis dari otoritas penerbit. Di Jerman, data sidik jari yang dikumpulkan saat proses pendaftaran dihapus secara permanen dari sistem pemerintah setelah paspor fisik diserahkan kepada pemiliknya.
Kondisi tersebut membuat data biometrik tidak disimpan secara terpusat dalam sistem pemerintah setelah paspor diterbitkan. Dengan demikian, risiko pencurian data melalui peretasan dari luar juga dapat diminimalkan.
Penggunaan aluminium foil justru dapat menimbulkan persoalan praktis saat pemeriksaan di perbatasan. Wisatawan harus membuka dan merapikan kembali bungkus tersebut ketika dokumen diperlukan untuk pemeriksaan.
Karena itu, penggunaan aluminium foil pada paspor elektronik dinilai tidak memberikan manfaat keamanan yang berarti. Kebiasaan tersebut justru berpotensi memperlambat proses pemeriksaan dokumen di bandara.