Pramugari Buka Alasan Penumpang Disarankan Bawa Camilan Sendiri

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 25 Sep 2026, 17:58 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Makanan yang disajikan di pesawat menjadi salah satu hal yang dinantikan sebagian penumpang selama penerbangan. Namun, seorang pramugari justru menyarankan penumpang mempertimbangkan membawa camilan sendiri.

Kamila Jakubjakova, pramugari yang telah bekerja lebih dari tiga tahun di sejumlah maskapai besar, termasuk Emirates, menyarankan penumpang membawa camilan sendiri terutama bagi mereka yang sedang mengurangi asupan garam dan gula.

Menurut Kamila, makanan yang disajikan di pesawat cenderung memiliki kandungan garam dan gula sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan makanan biasa. Penyesuaian tersebut berkaitan dengan perubahan kemampuan indera pengecap selama penerbangan.

Kondisi kabin pesawat dapat membuat makanan terasa lebih hambar. Karena itu, perusahaan katering maskapai biasanya menyesuaikan rasa makanan agar tetap terasa bagi penumpang selama penerbangan.

Udara di dalam kabin yang sangat kering dapat mengurangi kelembapan pada saluran hidung dan pernapasan. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi kemampuan penciuman dan pengecapan.

Pada ketinggian sekitar 30.000 kaki, tingkat kelembapan udara diperkirakan hanya sekitar 12%. Perubahan tekanan udara dan suara mesin pesawat juga turut memengaruhi kemampuan indera pengecap.

Sensitivitas terhadap rasa manis dan asin dapat berkurang sehingga makanan terasa lebih hambar. Sementara itu, rasa pahit, asam, dan pedas relatif tidak terlalu terpengaruh.

Meski begitu, kualitas makanan pesawat tidak selalu sama pada setiap maskapai. Turkish Airlines, Singapore Airlines, Emirates, Qatar Airways, dan Air France dikenal memberikan perhatian khusus terhadap menu penerbangan.

Turkish Airlines juga memenangkan kategori Best Business Class Onboard Catering dalam Skytrax World Airline Awards 2025. Sementara Singapore Airlines meraih penghargaan Best First Class Onboard Catering.

Bagi penumpang yang ingin membawa makanan sendiri, pilihan camilan padat seperti granola bar, fruit bar, crackers, atau camilan kemasan dapat menjadi pilihan praktis. Makanan tersebut juga relatif mudah disimpan di dalam tas kabin.

Namun, jenis makanan tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu penumpang lain. Makanan dengan aroma menyengat, mudah berantakan, atau sulit dimakan di ruang sempit sebaiknya dihindari.

Penumpang juga perlu memperhatikan aturan keamanan penerbangan untuk makanan berbentuk cair atau gel. Dalam penerbangan yang mengikuti aturan TSA, produk dalam bentuk tersebut umumnya dibatasi maksimal 100 mililiter.

Dengan membawa camilan sendiri, penumpang memiliki pilihan makanan yang sesuai dengan kebutuhan selama perjalanan. Terutama bagi mereka yang ingin lebih memperhatikan asupan garam dan gula selama penerbangan.