Benarkah Makan 5 Butir Telur Seminggu Bisa Menjaga Kesehatan Otak? Ini Hasil Studinya

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Jul 2026, 10:01 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Mengonsumsi telur secara rutin dalam jumlah yang cukup disebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak, khususnya pada kelompok lanjut usia. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa lansia yang mengonsumsi sekitar lima butir telur setiap pekan memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit Alzheimer dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Loma Linda University, California, melibatkan 39.498 peserta berusia 65 tahun ke atas. Seluruh responden dipantau selama lebih dari 15 tahun untuk melihat hubungan antara pola konsumsi telur dan risiko gangguan fungsi otak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sekitar lima butir telur setiap minggu berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa telur bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mencegah penyakit tersebut, melainkan bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.

Dalam penelitian itu, seluruh jenis olahan telur turut diperhitungkan, mulai dari telur rebus, dadar, orak-arik, telur goreng, hingga telur yang digunakan sebagai bahan dalam berbagai makanan.

Para peneliti menilai nutrisi yang terkandung dalam telur berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap fungsi saraf apabila dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Salah satu kandungan penting dalam kuning telur adalah kolin, yaitu nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi asetilkolin, senyawa kimia yang berperan dalam proses belajar, daya ingat, dan fungsi kognitif.

Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin. Kedua antioksidan tersebut selama ini dikenal bermanfaat bagi kesehatan mata, namun sejumlah penelitian juga menunjukkan perannya dalam membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif yang berkaitan dengan proses penuaan.

Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa temuan tersebut belum membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung. Karena itu, konsumsi telur tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup sehat untuk membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.