JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak orang menganggap jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang lebih aman daripada berlari, khususnya saat cuaca sedang panas. Namun, hasil penelitian terbaru mengungkap bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Riset yang diterbitkan dalam European Journal of Applied Physiology menunjukkan bahwa berjalan kaki dalam kondisi suhu tinggi dengan durasi yang lama dapat meningkatkan risiko hipertermia, yakni kondisi ketika suhu inti tubuh naik secara berlebihan.
Studi yang dikutip dari Men's Journal itu melibatkan atlet jalan cepat dan pelari yang berolahraga pada suhu sekitar 30 derajat Celsius dengan jarak serta kecepatan yang setara.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peserta yang melakukan jalan cepat mengalami peningkatan suhu inti tubuh lebih tinggi dibandingkan peserta yang berlari. Hal itu terjadi karena aktivitas berjalan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan sehingga paparan panas matahari yang diterima tubuh juga berlangsung lebih lama.
Semakin lama tubuh terpapar panas dari lingkungan, ditambah panas yang dihasilkan selama melakukan aktivitas fisik, semakin berat pula kerja tubuh untuk menjaga suhu tetap normal.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut tidak dapat diartikan bahwa berlari selalu menjadi pilihan yang lebih aman. Aktivitas berlari memang menghasilkan panas metabolik lebih besar, tetapi jika dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan pada jam dengan suhu lebih sejuk, akumulasi paparan panas dapat lebih rendah.
Penelitian itu juga menyebutkan bahwa waktu berolahraga menjadi faktor yang lebih menentukan dalam mengurangi risiko gangguan akibat cuaca panas dibandingkan memilih antara berjalan kaki atau berlari.
Sejumlah riset lain menunjukkan banyak orang memilih berolahraga pada pagi atau sore hari ketika suhu udara mulai menurun. Pola tersebut dinilai mampu membantu menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas fisik berat pada jam-jam terpanas, terutama menjelang siang hingga sore. Masyarakat juga disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh serta beristirahat di tempat yang teduh atau memiliki pendingin udara apabila diperlukan.