Bill Pulte Jalankan Pemangkasan Besar di Kantor Intelijen Nasional AS

Oleh Zahra Zahwa pada 23 Jun 2026, 12:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai menjalankan pemangkasan besar di Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat atau ODNI. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, proses pengurangan pegawai resmi dimulai pada Senin.

Sumber itu menyebut gelombang pemecatan telah dimulai. Namun, jumlah pegawai yang terdampak belum diumumkan. Sebelumnya, Bill Pulte dilaporkan mempertimbangkan pengurangan ratusan posisi di ODNI.

Pulte baru menjabat sebagai direktur intelijen nasional sementara setelah mendapat penunjukan dari Trump. Bahkan, ia datang ke kantor sehari lebih awal pada pekan lalu.

Setelah itu, Pulte meminta daftar seluruh pegawai ODNI. Langkah tersebut disebut mengejutkan pejabat yang akan digantikan. Sumber lain menyebut dua lembaga utama berpotensi terkena dampak besar.

Kedua lembaga itu adalah National Counterterrorism Center dan National Counterintelligence and Security Center. Sementara itu, sejumlah anggota Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana tersebut.

Senator Mark Warner dan anggota DPR Jim Himes mengirim surat kepada Pulte pada Senin. Mereka memperingatkan bahwa pemangkasan besar dapat mengganggu fungsi penting ODNI.

Selain itu, mereka menilai organisasi tersebut sudah mengalami pengurangan pegawai yang signifikan sepanjang 2025. Karena itu, pemangkasan tambahan dinilai berisiko melemahkan upaya pencegahan ancaman keamanan nasional.

Warner dan Himes juga mempertanyakan keputusan melakukan perubahan besar di bawah kepemimpinan pejabat sementara. Menurut mereka, langkah seperti itu seharusnya melibatkan konsultasi dengan Kongres. Di sisi lain, Gedung Putih membela kebijakan tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih merujuk pada pernyataan Trump yang sebelumnya mengumumkan rencana perampingan ODNI. Trump mengatakan ia meminta Pulte menjalankan pengurangan pegawai dan mengembalikan sebagian staf ke instansi asal mereka.