BMKG Perkirakan Musim Hujan Masuk Bertahap Mulai November

Oleh Hidayat Taufik pada 22 Sep 2026, 14:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Musim hujan di Indonesia diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap pada November 2026. Prediksi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sejumlah wilayah diprediksi memasuki musim hujan pada November. Di antaranya sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan sebagian kecil NTT.

Perubahan musim juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia," ujar Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, dikutip dari Youtube BMKG, Selasa (22/9/2026).

Pada Desember 2026, BMKG memperkirakan musim hujan meluas ke 266 zona musim. Wilayah tersebut mencakup sekitar 17,31 persen luas daratan Indonesia.

Beberapa daerah yang diprediksi mengalami musim hujan pada Desember antara lain sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, dan NTT.

Musim hujan juga diperkirakan berlangsung di sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta bagian selatan Papua Selatan.

Meski demikian, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mengalami keterlambatan memasuki musim hujan.

"Awal musim hujan di sebagian wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 zona atau 61,08 persen luas daratan Indonesia," ujar Faisal.

Puncak Musim Hujan Diperkirakan Desember 2026

BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berlangsung pada Desember 2026.

Pada bulan tersebut, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 155 zona musim. Cakupannya mencapai 36,94 persen dari luas daratan Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 162 zona musim diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027. Wilayah tersebut mencakup 25,68 persen luas daratan Indonesia.

"Nanti di bulan Februari 2027, 190 zona musim atau 16,79 persen luas daratan Indonesia," jelas Faisal.

Faisal menjelaskan, kondisi curah hujan turut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang berintensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD).

Kedua fenomena tersebut berlangsung bersamaan dan berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," jelas Faisal.